Jumat, 12 Maret 2010

Kata - Kata Berlagak Kata Yang Mengatakannya . . . !!!

Kata cinta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih.

Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku. Cinta bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia, Ketika Cinta Bertasbih:


Cinta adalah kekuatan yg mampu

Mengubah duri jadi mawar

Mengubah cuka jadi anggur

Mengubah sedih jadi riang

Mengubah amarah jadi ramah

Mengubah musibah jadi muhibah.

Namun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya: mengubah mawar menjadi duri, dan seterusnya.

Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Seperti sabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.


Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)

Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi).

Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.

Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.

Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.

Demikianlah beberapa dari sedikit Kata-Kata, semoga bisa kita ambil hikmahnya. Plus menambah dan memberikan manfaat kepada pembacanya.

Rabu, 10 Maret 2010

SALAH satu peninggalan Mohammad Natsir yang bisa dilihat saat ini adalah Universitas Islam Indonesia (UII) di Jogjakarta. Bersama Mohammad Hatta, Kahar Muzakkir, Moh. Roem, dan Wahid Hasyim, Natsir mendirikan Sekolah Tinggi Islam (STI) di Jakarta pada 8 Juli 1945. ''Saat ibu kota Indonesia pindah ke Jogjakarta, STI ikut hijrah dan kemudian berganti nama menjadi UII,'' kata mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra yang merupakan murid ideologis Natsir. Perguruan tinggi yang didirikan Natsir cs itu merupakan perguruan tinggi tertua di Indonesia. Lebih tua dari tetangganya, Universitas Gadjah Mada (UGM) yang didirikan pada 19 Desember 1949, Universitas Indonesia (UI) yang didirikan 2 Februari 1950, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang didirikan 2 Maret 1959.

Saat ini UII sudah berkembang besar melahirkan ribuan alumnus. Mantan pimpinan GAM Hasan Tiro merupakan alumnus pertama perguruan tinggi yang dibidani Natsir. Sejumlah pejabat publik di tanah air pun lahir dari kampus yang juga menjadi tempat lahirnya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu. Mulai Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud M.D., Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqqodas, Ketua Komnas HAM Ifdal Kasim, Ketua LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) Abdul Haris Semendawai, serta Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta Hazan Zein Mahmud.

Rektor UII Edy Suandi Hamid menyatakan, UII paling bergembira atas penganugerahan gelar pahlawan bagi Natsir. ''Kampus ini lahir, salah satunya, karena keinginan kuat M. Natsir untuk memajukan pendidikan di Indonesia,'' ujarnya.

Dalam hidupnya, Natsir juga dikenal sebagai sosok yang sederhana. Putri sulung Natsir, Siti Muchliesah, mengisahkan, pada 1956 ada seseorang yang mengantar mobil Chevrolet Impala untuk ayahnya. Saat itu mantan perdana menteri tersebut hanya punya mobil pribadi bermerek DeSoto yang sudah kusam.

Oleh Natsir, mobil itu ditolak. Kepada anak-anaknya, Natsir selalu berpesan agar mencukupkan yang ada dan tidak mencari yang tidak ada. (tom/zul)

Senin, 08 Maret 2010

Dalam rangka menindaklanjuti pengumuman sebelumnya perihal Penerapan One Account Policy Pada Hotspot UII, untuk seluruh civitas akademika UII, maka terhitung mulai Selasa 9 Maret 2010 di Gedung Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dan Teknik Sipil Perencanaan (FTSP), login akses hotspot UII ACCESS (MIPA 1, MIPA 2, MIPA 3, UII ACCESS 7.1, UII ACCESS 7.2, ACCESS 7.3, ACCESS 7.4, ACCESS 7.5, ACCESS 7.6, ACCESS 7.7, ACCESS 7.8, ACCESS 7.9) menggunakan account UNISYS. Account hotspot lama sudah tidak berlaku lagi. Bagi mahasiswa yang lupa password dapat menghubungi Divisi SIM fakultas masing-masing, sedangkan bagi dosen dan karyawan dapat menghubungi kami di Badan Sistem Informasi (BSI) Kantor Rektorat Lantai IV dengan membawa NIP yang terdaftar di DOSDM UII.

Untuk penerapan one account policy di gedung Fakultas Psikologi & Ilmu Sosial Budaya (FPSB), Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), Gedung Kuliah Umum (GKU), DPPM/Masjid, Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM)/Resimen Mahasiswa (MENWA) akan dimulai pada hari Kamis, 10 Maret 2010. Informasi berikutnya akan diinformasikan lebih lanjut melalui web UII dan web Itsupport

Banner SlideShow

Template by : kendhin x-template.blogspot.com